Segitu Sulitkah PSSI Membuat Kompetisi yang Layak?

Halloween di Universal Studios Singapore dan S.E.A. Aquarium Seru Banget!
October 18, 2017
Review Film Thor: Ragnarok, Momen Kehancuran Asgard
October 31, 2017

Segitu Sulitkah PSSI Membuat Kompetisi yang Layak?

Meninggalnya Choirul Huda beberapa hari lalu, menambah daftar panjang catatan buruk kompetisi sepakbola Indonesia. Timbulah pertanyaan di benak saya dan banyak orang, segitu sulitkah PSSI membuat kompetisi yang layak?

Kiper yang mendedikasikan karirnya di Persela Lamongan sejak tahun 1999 ini meninggal akibat benturan dengan rekan setimnya, Ramon Rodriguez. Ia tidak sadarkan diri tak lama setelah benturan. Tim medis berlari ke lapangan setelah itu. Sedangkan pemain lainnya kebanyakan terlihat gugup dan panik. Riko Simanjuntak salah satu pemain yang bereaksi dengan cepat dengan menjemput tim medis pembawa tabung oksigen yang tampaknya sudah tua. Huda sempat dilarikan ke rumah sakit setelah itu, namun sayang nyawanya tak tertolong. Sebuah kemenangan 2-0 bagi Persela yang harus dibayar mahal dengan nyawa Huda.

Kesiapan klub-klub yang bermain di Indonesia pun disorot oleh banyak pihak. Mulai dari pertolongan pertama pada pemain, tenaga medis, peralatan dan fasilitas medis yang mendukung, hingga standar lain untuk mengadakan pertandingan yang layak.

Indonesia bermimpi untuk bisa menggelar perhelatan sepak bola terbesar, Piala Dunia. Tapi jika dari tingkat kompetisi antar klub saja regulasi standar yang diberikan tidak ditegaskan, bagaimana kita bisa mengundang para pemain, official dan tim kelas dunia untuk bermain di sini dengan tenang? Kejadian yang menimpa Huda ini menjadi sorotan dunia lho. Bukan hanya media, tapi juga tiga penjaga gawang dunia yaitu Peter Cech, Marc ter Stegen dan David James yang memberikan ucapan belasungkawa melalui media sosial.

Setidaknya, PSSI dan tim harusnya memberikan edukasi dan pelatihan untuk semua elemen yang terlibat di lapangan mulai dari pemain, official, sampai tim medis. Edukasi dan pelatihan itu berguna untuk pemain dapat memberikan pertolongan pertama jika ada insiden yang serupa. Dengan begitu, salah satu unsur utama untuk membuat kompetisi yang layak dapat terpenuhi. Lihat saja Cristian Gonzalez yang dulu pernah berhasil menyelamatkan nyawa Aji Saka. Ia memberikan pertolongan pertama dengan menarik lidah Aji Saka.

Mumpung PSSI belum lama ini membentuk manajemen baru dengan anggotanya yang kebanyakan diisi anak muda, saya sangat berharap hal ini menjadi fokus utama mereka untuk membereskan masalah ini. Karena nyawa yang menjadi taruhannya jika masalah regulasi mengadakan sebuah pertandingan belum terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *