Review Spider-Man: Homecoming, Film yang Luar Biasa!

Blog Baru, Perjalanan Baru, dan Tantangan Baru
July 13, 2017
Selamat Datang di Kota Milan, Bonucci!
July 15, 2017

Review Spider-Man: Homecoming, Film yang Luar Biasa!

Akhirnya “si anak hilang” dari Avengers, Spiderman kembali. Itulah reaksi saya ketika tahun lalu menonton film yang sangat dinantikan yaitu Civil War. Hanya muncul beberapa scene sepanjang film tersebut, di pertengahan tahun 2017 ini Spiderman secara resmi diperkenalkan kembali oleh Marvel dalam film Spider-Man: Homecoming. Berbeda dengan film-film sebelumnya yang digarap 100% oleh Sony Pictures, film Spider-man ini memang digarap oleh Sony Pictures dan Marvel Studio. Dari segi cerita pun film ini menampilkan jalan cerita yang berbeda dengan 2 seri film Spider-man sebelumnya (Spider-man dan The Amazing Spider-man). Apakah filmnya bagus atau jelek? Simak saja review Spider-Man: Homecoming di bawah ini.

Pada film ini, dikisahkan Peter Parker adalah seorang anak sekolah berumur 14 tahun yang telah digigit oleh laba-laba hasil ujicoba sebuah perusahaan, yang kemudian membuat dirinya memiliki kemampuan layaknya seekor laba-laba. Peter Parker kemudian ditemukan oleh Tony Stark yang mengajaknya terlibat pertempuran dengan Captain America. Setelah pertemuan dan pertempuran tersebut, Peter merasa dirinya layak menyandang status sebagai bagian dari Avengers. Akan tetapi Tony Stark berpendapat lain, ia merasa Peter masih sangat terlalu muda dan belum memiliki pikiran layaknya orang dewasa.

Tidak terima diperlakukan seperti itu, Peter mencoba untuk membuktikan kepada Tony bahwa ia layak bergabung dalam tim Avengers. Tapi aksi-aksi heroik yang dilakukan Peter membuat hubungan sosial dan pendidikannya bermasalah. Persoalannya bertambah saat ia berurusan dengan Vulture, penjahat berbahaya dengan teknologi pakaian terbang berdasarkan teknologi Chitauri. Saya memang bukan seorang pengikut komik Marvel, oleh karena itu saya kurang familiar dengan sosok Vulture ini. Michael Keaton sanggup tampil mengerikan menjadi Adrian Toomes atau Vulture. Motivasinya menjadi penjahat pun masuk akal, dan kenapa ia bisa terus beraksi tanpa dipergoki Avengers.

Sebelum menonton film ini (bahkan ketika menonton dari awal film) saya pribadi takut bahwa film ini akan menjadi Iron-Spider-Man melihat cukup banyaknya adegan Peter Parker bersama dengan Tony Stark. Tapi untungnya, ketakutan saya tidak terwujud. Jon Watts sang sutradara berhasil membuat sosok Tony Stark sebagai mentor dan motivator bagi Peter Parker tanpa harus terus menerus muncul.

Kesimpulan dari review Spider-Man: Homecoming ini adalah, film ini terasa agak sedikit memusingkan di awal, serta akan membuat para penonton atau penggemar geregetan karena melihat Spider-Man yang masih sangat amatir dan kurang pengalaman. Tapi Tom Holland mampu menyajikan fase unik Peter Parker dengan brilian. Dia terasa sukses menyajikan sosok Spidey yang beda dari Spidey Tobey Maguire maupun Andrew Garfield. Jadi, kapan kalian mau nonton? Tapi, jangan nonton sendirian ya. #Eh

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *