Review Film Thor: Ragnarok, Momen Kehancuran Asgard

Segitu Sulitkah PSSI Membuat Kompetisi yang Layak?
October 18, 2017

Review Film Thor: Ragnarok, Momen Kehancuran Asgard

Film terbaru Marvel, Thor: Ragnarok sudah tayang sejak minggu lalu, penayangannya pun luar biasa. Untuk minggu lalu saja diprediksi film ini sudah menghasilkan US$ 109 juta. Saya pun sudah menontonnya bersama nonbar yang diadakan detikhot hari Kamis tangagl 26 Oktober 2017 lalu di XXI Plaza Senayan. Nobar detikhot kali ini dibagi-bagi menjadi beberapa golongan peserta yang terdiri dari pemenang kuis di sosmed, blogger detik, dan komunitas dhot movie. Film yang dijadwalkan tayang pukul 19.00 WIB sedikit ngaret karena sedikit masalah teknis, tapi hal ini menurut saya tidak mengganggu acara nonbar secara keseluruhan. Klo kamu penasaran dengan review film Thor: Ragnarok, kamu bisa baca blog ini sampai selesai.

Secara keseluruhan, film Thor: Ragnarok sangat menarik perhatian. Karena bisa dibilang inilah salah satu momen batu loncatan sebelum terjadinya infinity wars yang diprediksi tayang sekitar tahun 2019 nanti. Di dalam film ini juga hadir berbagai aktor dan aktris kelas dunia. Tidak lupa hadirnya Hulk alias dokter Banner yang sangat menghibur, baik itu ketika pertarungan melawan Thor maupun bertarung bersama Thor melawan Hela, sang Dewa Kematian. Tampaknya memang Marvel sedang hobi mengadu para jagoannya setelah Captain America: Civil War dan munculnya si anak hilang, Spiderman: Homecoming

Dalam film ini diceritakan bahwa palu andalan Thor dihancurkan dengan mudahnya oleh Hela. Padahal seperti yang kita tahu, palu Thor tersebut sangat istimewa karena tidak bisa diangkat oleh yang dianggap pantas. Selain serunya pertarungan antara Thor melawan Hela, hampir di sepanjang film saya dibuat hampir tidak berhenti tertawa. Jokes-jokes agak receh namun cerdas diselipkan oleh sang sutradara sebagai ciri khas dari film Marvel yang selama ini disukai penggemarnya.

Taika Waititi sebagai sutradara juga ciamik untuk memilih aktor dan aktris yang sesuai dengan pengkarakteran tokoh-tokoh dalam film. Hanya saja menurut saya ada sedikit kekurangan di sana sini seperti misalnya, tidak disebutkan alasan thor mengkamuflasekan palu nya menjadi payung ketika mengunjungi bumi bersama loki. Padahal orang-orang bumi juga sudah mengenal dirinya. Lalu bagaimana caranya Hela yang terbebas dari jeruji Odin bisa tiba-tiba muncul di Bumi, padahal ia dikurung oleh Odin di tempat lain. Tapi hal-hal itu tidak mengganggu kita untuk menikmati film Thor: Ragnarok karena kita akan menantikan film Marvel berikutnya yang akan tayang di awal tahun 2018 nanti, The Black Panther.

Bagi saya, review film Thor: Ragnarok secara keseluruhan memiliki rating 8 dari 10. Tapi balik lagi, setiap orang pasti punya penilaian sendiri-sendiri dan ada sisi subjective atau objective. Buat kamu yang belum nonton, buruan sebelum film yang harus ditonton berikutnya muncul yaitu Justice League yang rencananya tayang bulan November 2017 nanti.

 

Psst: Jangan lupa, post credit di film ini ada dua lho. Apa saja isinya? Tunggu sampai Credit title selesai ya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *