Review Film Pengabdi Setan: Film Horor yang Sedikit Tanggung

Have Fun 1 Day Trip Travelling ke Bandung
September 25, 2017
Mencari Liburan Singkat di Apartemen Fraser Residence
October 9, 2017

Review Film Pengabdi Setan: Film Horor yang Sedikit Tanggung

Setelah sekian lama, akhirnya iseng mencoba nonton film horor yang lagi ngehits jaman now. Apa lagi klo bukan film Pengabdi Setan yang di-remake sama sutradara kelas atas, Joko Anwar. Nah kali ini saya akan mencoba sedikit menulis review film Pengabdi Setan, sebuah film horor yang dulu mendapat predikat film Indonesia paling menyeramkan. Karena predikatnya jaman dulu itulah yang bikin pencinta film penasaran dan tertarik buat nonton film ini. Apalagi klo buat seorang horor junkie.

Mengambil setting latar kejadian di tahun 80an, film ini lumayan asik untuk ditonton. Joko Anwar memang ciamik dalam urusan artistik dan properti. Bahkan bis jaman dulu yang sekarang udah sangat langka dihadirkan di film ini untuk mendukung klo latar kejadian adalah tahun 80an. Berbagai macam properti seperti piringan hitam, foto ala jaman dulu, kostum, semua juga ingin menunjukkan bahwa kejadian itu ada di tahun 80an.

Dari segi penokohan, Tara Bastro berhasil mengambil hati saya sebagai penonton. Yang agak sedikit mengganggu adalah Dhimas Aditya yang bermain sebagai Hendra. Entah mungkin karena keinginan Joko Anwar juga yang ingin membuat tokoh Hendra seperti itu, atau sesuai dengan film aslinya jaman dulu juga tokoh Hendra adalah seperti itu, saya kurang paham. Yang jelas dari rambut wig yang digunakan saja sudah kurang asik diliat.

Cerita yang dihadirkan di film ini juga sebenarnya sudah cukup mengalir dari awal hingga (mendekati) akhir. Sepanjang jalan cerita, mood penonton dibuat naik turun dengan baik. Yang ditampilkan gak cuma adegan-adegan menyeramkan, tapi juga diselipkan jokes-jokes yang bisa buat kamu tertawa. Untuk adegan-adegan misterinya, saya sedikit teringat film horor yang menjadi favorit saya yaitu Insidious. Musik mengejutkan ala insidous menjadi andalan di sini. Begitu juga penampakan-penampakan yang diberikan, saya teringat dengan film The Conjuring 2 dengan Valak-nya.

Di akhir film, yang sedikit mengganggu saya adalah hadirnya pasukan mayat hidup. Mungkin sang sutradara ingin membuat film ini menjadi ala walking dead. Tapi bagi saya, sedikit failed. Agak tanggung jadinya. Mau dibuat horor, suasana kurang mendukung dari musik dan lainnya. Mau dibuat komedi, agak kurang pas dan tanggung. Maaf ya mas Joko Anwar, bukan cuma saya yang merasa ending dari film ini agak “kentang”. Beberapa teman yang menulis review film Pengabdi Setan juga merasakan hal yang sama.

Itu aja review film Pengabdi Setan dari saya. Bagi saya, nilai film ini 6 dari 10. Buat kamu yang ingin menonton, film ini masih tayang di bioskop kesayangan kamu lho. Buruan nonton!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *