Love at The First Sight (Cinta Pada Pandangan Pertama)

Trik Jitu Agar Uang Gaji Gak Cuma Numpang Lewat di Rekening
July 17, 2017
Pahlawan Pemberantas Wannacry Ditangkap FBI
August 7, 2017

Kamu tipe orang yang percaya dengan alibi “Cinta Pada Pandangan Pertama”? Kalau boleh jujur, saya bukanlah tipe orang yang seperti itu dan tidak percaya dengan hal itu. Tapi kali ini, saya akan sedikit berbagi dengan kamu semua bukti bahwa cinta pada pandangan pertama itu ada.

Ya, bisa dibilang saya baru saja mengalami hal tersebut pada hari Jumat kemarin, tanggal 21 Juli 2017. Kok bisa? Ya tentu saja bisa, saya jatuh cinta pada putra pertama saya di hari itu (tentu saja ini yang membuat blog ini sedikit terbengkalai beberapa hari ini). Tidak ada yang menyangka bahwa di tanggal yang lumayan cantik itu (2107-2017), istri saya akan melahirkan karena jika rencana kami berjalan lancar dan istri saya dapat melahirkan secara normal, putra saya ini akan lahir di minggu ke-4 bulan Juli atau sekitar tanggal 25-27 Juli 2017.

Pada hari itu, semua berjalan seperti biasa, saya berangkat bekerja sekitar pukul 06.40 sedangkan istri saya berjalan pagi agar si dedek bayi semakin turun posisinya. Tapi sekitar pukul 10.30 tiba-tiba saya mendapat kabar bahwa ketuban istri saya pecah, saya pun langsung bergegas pulang ke rumah dan langsung membawanya ke klinik tempat kami kontrol selama beberapa minggu terakhir yaitu BWCC (Bintaro Women and Children Clinic) Jagakarsa. Sesampainya di sana, ternyata menurut bidan dan dokter yang tugas, istri saya harus segera diberi tindakan melahirkan dengan cara caesar. Karena kondisi air ketuban dalam kandungannya sudah berwarna hijau dan mengering. Akhirnya kami diberi rujukan untuk melakukan caesar di RSIA Andhika Jagakarsa agar bisa menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Ya, saya gak menyangka bisa menggunakan fasilitas ini karena baru awal bulan Juni lalu saya mendaftarkan nama istri saya sebagai tanggungan saya di BPJS.

Singkat cerita, anak pertama kami ini kemudian lahir pada jam 15.27 dengan berat badan 3,15 kg dan tinggi 50 cm. Lumayan besar mengingat ukuran tubuh istri saya yang tergolong kecil. Alhamdulillah anak tersebut lahir dengan sehat dan lengkap semuanya. Hanya saja karena waktu itu air ketuban istri saya sudah menghijau dan mengering, anak ini akhirnya harus diberi sedikit perawatan khusus dengan antibiotik karena takut air ketubannya ada yang tertelan dan berakibat infeksi dalam. Malam harinya, saya dan istri memutuskan untuk menggunakna nama yang sebelumnya kami sepakati yaitu Attaya Haziq Aljabbar yang artinya, anugrah yang cerdas dan berkuasa.

Hari ini, Haziq sudah berusia 4 hari dan insya Allah masih terus berkembang dan bertambah sehat kondisinya. Semakin pintar pula jika sedang disusui. Sehat terus ya, My dear!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *